Analisis Kehilangan Gaya Prategang Girder Pada Jematan Lusah Proyek Pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulonprogo

  • Candra Kuncoro Jati Universitas Muhammadiyah Purworejo
  • Agung Nusantoro Universitas Muhammadiyah Purworejo
  • Eksi Widyanato Universitas Muhammadiyah Purworejo
Keywords: beton prategang, girder, kehilangan prategang, tendon

Abstract

Jalan raya perlu dibangun untuk mendukung mobilitas ekonomi dan sosial. Salah satunya pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulonprogo. Dalam proyek ini dibangun beberapa jembatan melewati sungai atau jurang yang ada. Jembatan yang dibangun dalam proyek ini menggunakan balok prategang yang didalamnya diberi kabel baja sebagai upaya menaikan kuat tarik beton. Balok mengalami kehilangan gaya prategang sehingga perlu dihitung apakah kehilangan gaya prategang yang dialami masih dalam kondisi yang diizinkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui besar kehilangan prategang suatu beton girder. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif yaitu melakukan perhitungan dari data yang didapatkan. Sumber data untuk pengerjaan tugas akhir ini berasal dari pihak perusahaan PT Adhi Karya Persero Tbk. Kehilangan prategang jangka pendek terditi dari perpendekan elastis beton, gesekan sepanjang tendon dan slip angkur. Kehilangan gaya prategang jangka panjang terdiri dari rangkak pada beton, susut pada beton dan relaksasi tendon. Hasil penelitian didapatkan tegangan awal sebesar 1433,121 MPa dan kehilangan prategang direncanakan 30%. Kehilangan gaya prategang jangka pendek akibat gesekan sepanjang tendon 30,806 MPa. Akibat slip angkur 29,250 MPa, akibat perpendekan elastisitas beton 70,207 MPa. Persentase kehilangan gaya prategang jangka pendek sebesar 9,098%. Kehilangan gaya prategang jangka panjang akibat rangkak pada beton yang mengalami kehilangan gaya prategang 162,596 MPa. Akibat susut pada beton 30,179 MPa, akibat relaksasi tendon 82,640 MPa, persentase kehilangan gaya prategang jangka panjang adalah 19,218%. Nilai kehilangan gaya prategang total sebesar 407,678 MPa atau 28,307% dari tegangan awal. Peresentase tersebut masih dalam batas aman karena di bawah nilai persenase kehilangan gaya prategang yang direncanakan.

References

Apriyanto, D., & Siswoyo, S. (2021). Perencanaan Girder Jembatan Beton Prategang Jl. Raya Sememi Benowo Surabaya Section 0-152. axial: jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi, 9(1), 035-040.

Batubara, S., & Simatupang, L. (2018). Perencanaan Jembatan Beton Prategang Dengan Bentang 24 Meter Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil, 1(2), 45-61.

Concrete, A. (1946, June). American Concrete Institute. In AMERICAN CONCRETE INSTITUTE (p. 601).

Hidayati, N., Hariyadi, H., & Sahlinda, R. (2024). Analisa Desain Beton Prategang Tipe I- Girder Pada Jembatan Samota. Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja), 12(2), 123-136.

Iqbaliah, N., Roestaman, R., & Walujodjati, E. (2021). Analisis Nilai Kapasitas Beton Prategang Tipe-I Jembatan Cimanuk Maktal. Jurnal Konstruksi, 19(1), 11-21.

Lin, T. Y., & Burns, N. H. (2000). Desain Struktur Beton Prategang Edisi Ketiga Jilid

Jakarta: Erlangga.

Luthfi, A., & Pandjaitan, L. W. (2024). Pemilihan Alternatif Trase Jalan Tol Pluit-Bandara dengan Sistem Rekayasa Nilai. Jurnal Praktik Keinsinyuran, 1(02), 207-216.

Manalip, H., & Handono, B. D. (2018). Perencanaan Balok Girder Profil I pada Jembatan Prestressed dengan Variasi Bentang. Jurnal Sipil Statik, 6(2), 67-74.

Nawy, E. G. (2001). Beton Prategang Jl. 3. Erlangga.

Nurhidayatullah, E. F., & Kurniyawan, T. (2023). Analisis Perbandingan Struktur Jembatan Tipe I-Girder Dengan U-Girder Beton Prategang:(Studi Kasus: Jembatan Mojorejo Kecamatan Nglipar Kabupaten Gunungkidul). RENOVASI: Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil, 8(1).

Nusantoro, A., Widyananto, E., Alami, N., & Prabuningrat, P. D. I. (2022). Perencanaan Ulang Struktur Atas Jembatan di Desa Hargorojo dengan Menggunakan PCI Girder. Surya Beton: Jurnal Ilmu Teknik Sipil, 6(1), 1-8.

P. P. R. I, & AIRLINES, P. M. N. (2005). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2005. Tentang Jalan Tol.

S. N. I (2013). Perencanaan jembatan terhadap beban gempa. Badan Standarisasi Nasional.

S. N. I (2013). Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung. Sni, 2847, 2013.

S. N. I, & B. S. N. (2016). Pembebanan untuk jembatan. SNI, 1725, 2016.

Sri Frapanti, S. T., & Fahrizal Zulkarnain, S. T. (2021). Dasar-Dasar Desain dan Analisa Beton Prategang. umsu press.

Tumpu, M., & Rangan, P. R. (2020). Struktur Beton Prategang Teori dan Prinsip Desain. Ulandari, P., Suhendra, S., & Zulfiati, R. (2021). Analisis Perbandingan Kehilangan Gaya Prategang pada Jembatan Fly Over Metode Stressing Satu Arah dan Dua Arah. Jurnal

Talenta Sipil, 4(2), 200-209.

Yamin, I., Zuraida, S., & Ilham, I. (2020). Analisis Perbandingan Kehilangan Prategang Akibat Variasi Letak Tendon PC I Girder Jembatan Beton Prategang. JOURNAL OF APPLIED SCIENCE (JAPPS), 2(2), 034-042

Published
2025-12-05