Penggunaan Variasi Bahan Pengisi Dan Viscocrete Untuk Meningkatkan Kuat Tekan Beton Porous

  • Fikri Universitas Muhammadiyah Purworejo
  • Agung Setiawan Universitas Muhammadiyah Purworejo
  • Eksi Widyananto Universitas Muhammadiyah Purworejo
Keywords: Beton Porous, Bahan Pengisi, Kuat Tekan, Permeabilitas, Porositas

Abstract

Beton Porous merupakan jenis beton khusus dengan pori-pori yang dapat dilewati air sehingga dapat mengalirkan air kedalam tanah. Beton porous dengan tambahan bahan pengisi dapat digunakan untuk meningkatkan kuat tekan beton porous. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Purworejo. Abu batu dan pasir digunakan sebagai bahan pengisi  pada beton porous dengan rasio penambahan 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, dan 60%, dari berat semen, faktor air semen 0,3 dan viscocrete 0,4% dari berat semen. Perbandingan berat semen dan agregat kasar yang digunakan 1:3 dengan agregat kasar batuan Clereng berasal dari pemecah batu  ukuran lolos ayakan 19 mm tertahan 12,5 mm, 12,5 mm tertahan 9,5 mm, dan 9,5 mm tertahan 4,75 mm. Pengujian yang dilakukan meliputi kuat tekan, permeabilitas, dan porositas. Pemeriksaan karakteristik agregat menunjukkan berat jenis rata-rata SSD agregat  sebesar 2,66. Pemeriksaan keausan agregat rata-rata sebesar 17,56%. Hasil pengujian beton porous didapatkan variasi dengan hasil pengujian optimum. Hasil pengujian optimum didapatkan pada variasi penambahan bahan pengisi abu batu 40% dengan kuat tekan sebesar 21,75 MPa, permeabilitas sebesar 1,03 cm/detik dan porositas sebesar 12,83%. Hasil pengujian optimum untuk variasi penambahan bahan pengisi pasir didapatkan pada penambahan pasir 50% dengan kuat tekan sebesar 23,33 MPa, permeabilitas sebesar 0,92 cm/detik dan porositas sebesar 12,45%. Kuat tekan beton porous meningkat seiring dengan penambahan bahan pengisi, akan tetapi permeabilitas dan porositasnya menurun seiring dengan penambahan bahan pengisi

References

ACI Committee 522R-06. (2006). Pervious Concrete. American Concrete Institute.

ACI Committee 522R-10. (2010). Report on Pervious Concrete. American Concrete Institute.

ACI Committee 214R-11. (2011). Guide to Evaluation of Strength Test Results of Concrete. American Concrete Institute.

Amiruddin. Ibrahim. dan Sulianti, I. (2014). Pengaruh Perubahan Ukuran Maksimum Agregat Kasar Terhadap Jumlah Semen Untuk Pembuatan Beton SCC dengan Bahan Tambah SP430 dan RP260. PILAR, 10(2), 147–153.

Anggraini, R., Nanda,R.E., Warman, H., Taufik. dan Mulyani, R. (2022). Penggunaan Fly Ash Terhadap Kuat Tekan Dan Porositas Beton Porous. Jurnal REKAYASA, 01, 11–25.

ASTM International. (2009). ASTM C 642-06 Standard Test Method for Density, Absorption, and Voids in Hardened Concrete 1. American Standard Testing And Material.

Badan Standarisasi Nasional. (2012). SNI ASTM C136:2012 Metode Uji untuk Analisis Saringan Agregat Halus dan Agregat Kasar (ASTM C 136-06, IDT).

Badan Standarisasi Nasional. (2015). Semen Portland. SNI 2049:2015.

Badan Standarisasi Nasional. (2008a). Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar. SNI 1969:2008.

Badan Standarisasi Nasional. (2008b). Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus. SNI 1970: 2008.

Badan Standarisasi Nasional. (2008c). Cara Uji Slump Beton. SNI 1972:2008.

Badan Standarisasi Nasional. (2008d). Cara Uji Keausan Agregat dengan Mesin Abrasi Los Angeles. SNI 2417:2008.

Badan Standarisasi Nasional. (2011). Cara Uji Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji Silinder. SNI 1974:2011.

Badan Standarisasi Nasional. (2000). Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal. SNI 03-2834-2000.

Badan Standarisasi Nasional. (2002). Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. SNI 03-2847-2002.

Badan Standarisasi Nasional. (2012). Tata Cara Pemilihan Campuran untuk Beton Normal, Beton Berat dan Beton Massa. SNI 7656:2012.

Ghozi, M., Budiarti, A. dan Aziz, H.M. (2024). Perilaku Beton Porous Dengan Penambahan Zat Aditif Superplastizer (Sika Viscocrete). INTER TECH, 2(2), 124–130.

Giarto, R.B., Achmad, K. dan Ulfa, A.A. (2023). Pemanfaatan Admixture Sika Viscocrete Dengan Variasi Campuran Agregat Kasar Guna Meningkatkan Kuat Tekan Beton Tanpa Pasir. PROSIDING SNITT POLTEKBA 6, 184-188.

Ginting, A. (2015). Kuat Tekan Dan Porositas Beton Porous Dengan Bahan Pengisi Styrofoam. Jurnal Teknik Sipil, 11(2), 76-98.

Hardiyatmo, H. C. (2002). Mekanika Tanah 1 (3 ed.). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Januar, M., Purnamasari, E. dan Gazali, A. (2021). Pengujian Kuat Tekan Dan Porositas Beton Porous dengan Variasi Bahan Pengisi Fly Ash (Abu Terbang). Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (2018). Spesifikasi Umum 2018. Direktur Jenderal Bina Marga.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2022). Spesifikasi Khusus Perkerasan Beton Porous (Porous Concrete) 2022. Direktur Jenderal Bina Marga.

Khonado, M. F., Manalip, H. dan Wallah, S.E. (2019). Kuat Tekan Dan Permeabilitas Beton Porous Dengan Variasi Ukuran Agregat. Jurnal Sipil Statik, 7(3), 351–358.

Ondang, C. Q., Wallah, S.E. dan Windah, R.S. (2020). Sifat Mekanik Dan Permeabilitas Beton Porous Dengan Subsitusi Fly Ash Terhadap Semen. Jurnal Sipil Statik, 8(4), 495–500.

Purnamasari, E., & Handayani, F. (2020). Beton Porous dengan Menggunakan Agregat Lokal di Kalimantan Selatan. Jurnal Kacapuri, 3, 139–149.

Setiawan, A. dan Teguh, M. (2021). Evaluasi Sifat Mekanik dan Hidraulik Beton Porous Menggunakan Bahan Tambah Abu Batu (Mechanichal and Hydraulic Properties Evaluation of Pervious Concretes Utilizing Stone Fly Ash). Semesta Teknika, 24, 140–148.

Tuan, N. K., Minh, P. Q., Giang, N. H., Dung, N. T. dan Kawamoto, K. (2023). Porosity and Permeability of Pervious Concrete Using Construction and Demolition Waste in Vietnam. International Journal of GEOMATE, 24(101), 12–21. https://doi.org/10.21660/2023.101.3511

Sukarman. Yanuarini, E., Indrianti, A. dan Anggriawan, R. (2022). Pengaruh Subtitusi Slag Baja Terhadap Kuat Tarik Belah dan Permeabilitas Beton Porous (Pervious Concrete). Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan, 8(2), 332-338.

Tjokrodimuljo, K. (1996). Teknologi Beton (1 ed.). Nafitri. Yogyakarta.

Tjokrodimuljo, K. (2007). Teknologi Beton (1 ed.). Biro Penerbit KMTS FT UGM. Yogyakarta.

Ulfa, A. A., Achmad, K. dan Giarto, R.B. (2024). Pengaruh Bahan Tambah Glenium terhadap Kekuatan Beton Porous. Jurnal sains terapan, 10, 77–83.

Published
2025-12-05