Analisis Perbandingan Biaya dan Waktu Pekerjaan Bekisting Metode Bekisting Konvesional dengan Bekisting Aluminium

  • Christian Ivan Pradipta Universitas Veteran Bangun Nusantara
  • Satria Agung Wibawa Universitas Veteran Bangun Nusantara
  • Annisa Azhar Firdausi Universitas Veteran Bangun Nusantara
  • Hendramawat Aski Safarizki Universitas Veteran Bangun Nusantara
Keywords: Aluminium, Bekisting,Biaya, konvensional, waktu

Abstract

Bekisting alat yang diterapkan dalam membentuk beton sesuai dimensi yang diinginkan, memegang peranan penting dalam konstruksi. Perencanaan yang tepat baik dari segi jadwal proyek maupun anggaran merupakan komponen utama manajemen konstruksi. Keberhasilan proyek biasanya diukur dari ketepatan waktu pelaksanaan dan efektivitas biaya. Salah satu komponen penting dalam konstruksi adalah bekisting, yang berfungsi sebagai cetakan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan biaya dan waktu yang dibutuhkan dalam pekerjaan struktur atas meliputi kolom, balok dan pelat lantai pada lantai satu sampai dengan tiga menggunakan metode bekisting konvensional dengan metode bekisting aluminium pada Proyek Pembangunan Gedung SD Negeri Joglo Surakarta. Data yang dibutuhkan dalam penelitian yaitu gambar kerja, data aktual lapangan berupa jumlah tenaga kerja, volume pekerjaan yang diselesaikan, dan durasi pemasangan bekisting, serta harga satuan upah dan bahan Kota Surakarta Tahun 2024. Berdasarkan hasil analisis perbandingan biaya antara pekerjaan metode bekisting konvensional dengan metode bekisting aluminium pada pekerjaan kolom, balok dan pelat lantai Proyek Pembangunan Gedung SD Negeri Joglo Surakarta diperoleh biaya bekisting konvensional sebesar Rp.720.367.00,00 dan pekerjaan bekisting aluminium sebesar Rp. 1.396.652.000,00. Dapat disimpulkan bahwa bekisting konvensional lebih murah dibandingkan dengan bekisting aluminium dengan selisih harga Rp. 676.285.000,00 Sedangkan, pada hasil analisis perbandingan waktu pekerjaan bekisting konvensional diselesaikan dalam waktu 127 hari, sedangkan bekisting aluminium diselesaikan dalam waktu 73 hari. Dapat disimpulkan bahwa pekerjaan bekisting aluminium lebih cepat dibandingan dengan bekisting konvensional dengan selisih durasi pekerjaan 59 hari, Sehingga peningkatan kualitas material bekisting dapat meningkatkan efisiensi biaya dan waktu, terutama dalam konstruksi gedung bertingkat.

References

Erfianto, Wulfram. 2006. Eksplorasi Teknologi Dalam Proyek Konstruksi : Beton Pracetak dan Bekisting. Bali : Alfabeta.

Ervianto,W. I. 2003. Manajemen Proyek Konstruksi. Penerbit ANDI. Yogyakarta.

Fadilla, Z., Eka Sari, M., Jannah, M., Hasda, S., Abdullah, Dr. K., Aiman, U., Ns. Taqwin, Ardiawan, K. N., & Masita. (2022). Metodelogi Penelitian Kuantitatif.

Firdaus, A. (2020). Analisis Perbandingan Bekisting Plat Lantai Metode Table Form Dengan Metode Aluminium Formwork Pada Proyek Menara Bri Gatot Subroto

Hamdi, A. S., & Bahruddin, E. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi Dalam Pendidikan.

Hanna, A. S. (1999). Concrete Formwork Svstems Library of Congress Cataloging-in-Publication Data. In M. Meyer D (Ed.), Concrete.

Indob P, A. (2019). Analisa Perbandingan Biaya dan Waktu Antara Bekisting Konvensional dan Bekisting Sistem LICO pada Pembangunan VENUE Dayung JSC.

Soedradjat, A. (1984). Analisa (cara modern) anggaran biaya pelaksanaan lanjutan. In NOVA, Bandung. Nova

Thiyagarajan, R., Panneerselvam, V., & Nagamani, K. (2017). Aluminium Formwork System Using In Highrise Buildings Construction. International Journal of Advanced Research in Engineering and Technology, 8(6), 29–41.

Wiguna, A. D., & Sujana, C. M. (2023). Comparisonal Analysis of Formwork Costs Conventional, Semi-System and Aluminium on Shear Wall Work (Case Study: The Building of The Faculty of Art and Design Education). E3S Web of Conferences, 426.

Published
2025-12-05