Inovasi Campuran Bata Ringan Berbasis Limbah Popok Bayi Dan Fly Ash Sebagai Material Bangunan Ramah Lingkungan

  • Muhammad Zhafran Rafi Hamdan Universitas Islam Batik Surakarta,
  • Ahmad Hidayawan Universitas Islam Batik Surakarta
  • Bagas Wahyu Adhi Universitas Islam Batik Surakarta
Keywords: Bata ringan, Fly ash, Popok bayi, Kuat tekan, Kuat lentur

Abstract

Dalam industri konstruksi modern, inovasi material terus dilakukan untuk menghasilkan bahan bangunan yang ringan, kuat, hemat biaya, dan ramah lingkungan. Salah satu material yang banyak digunakan adalah bata ringan. Sementara itu, banyaknya limbah popok bayi yang sulit terurai dan limbah fly ash dari pembakaran batu bara yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan limbah popok bayi (gel dan tanpa gel) serta fly ash terhadap kuat tekan dan kuat lentur bata ringan Cellular Lightweight Concrete (CLC). Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan variasi penambahan limbah popok bayi dan fly ash sebesar 0%, 4%, dan 5%. Pembuatan sampel bata ringan dilakukan dengan mencampurkan semen, pasir, air, foam agent, serta bahan tambahan sesuai mix design. Pengujian kuat tekan dilakukan pada benda uji silinder, sedangkan uji kuat lentur pada benda uji balok pada umur 7 dan 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan popok bayi gel 5% dan fly ash 5% menghasilkan kuat tekan tertinggi sebesar 5,45 MPa, sedangkan kuat lentur tertinggi pada campuran popok bayi tanpa gel 4% dan fly ash 4% yaitu 2,4 MPa. Penelitian ini membuktikan bahwa limbah popok bayi dan fly ash dapat dimanfaatkan sebagai material inovasi yang ramah lingkungan.

References

ACI Committee 266. (1987). Report on the Use of Fly Ash in Concrete.

Adhi, B.W., Hidayawan, A., Setiyanti, B., A. K., Syahputra, H.N., Prastika, A. Y., & , Nurrohim, R.R., Nugroho, S.A.W., Mayasari, S. (2024). Pemanfaatan Limbah Marmer Granit subtitusi Aggregat Kasar serta Limbah Cangkang Kerang dan Cangkang Telur sebagai Subtitusi semen dalam Inovasi Beton yang Ramah Lingkungan. Jurnal Media Komunikasi Dunia Ilmu Sipil (MoDuluS), 6.

Adhi, B.W., Setiyanto, B., Kurniawan, A. (2022). Pemanfaatan Tempurung Kelapa Dan Serbuk Kayu Dalam Inovasi Self Compacting Concrete. Proceeding Science and Engineering National Seminar, 7.

ASTM C 796-87A. (n.d.). Standard Test Method for Foaming Agents for Use in Producing Cellular Concrete Using Preformed Foam.

ASTM C 869-91. (1991). Specification for Foaming Agents Used in Making Preformed Foam for Cellular Concrete.

Dey, S., Kenneallly, D., Odio, M., Hatzopoulus, L. (2016). Modern Diaper Performance: Construction, Materials, and Safety Review. International Journal Of Dermatology, 55.

Eppendie, A., Kushartomo, W. (2023). Analisis Efektifitas Penggunaan Bata Ringan Sebagai Pengganti Bata Merah Pada Konstruksi Gedung Bertingkat. Jurnal Mitra Teknik Sipil, 6.

Erdiyansyah, M. I. (2022). Studi Eksperimen dan Analisis Kuat Tekan dan Lentur Mortar Bata Ringan Berbahan Dasar Fly Ash dan Bottom Ash (FABA).

Firmansyah, T., Alfiah, T., Caroline, J. (2020). Kualitas Paving Block dengan Campuran Limbah Popok Bayi sebagai Alternatif Pemanfaatan limbah Padat. Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Terapan, 8.

Maharani, R.P., Nazarudin, Bahar, F. F. (2022). Pengaruh Variasi Penambahan Fly Ash Batu Bara Sebagai Pengganti Sebagian Semen Terhadap Nilai Kuat Tekan Bata Ringan. Jurnal Komposits, 3.

Maulana, D. H. (2022). Pengaruh Penambahan Fly Ash Terhadap Desitas Bata Ringan.

Qomaruddin, M. (2022). Pemanfaatan Limbah Batubara Untuk Bahan Konstruksi.

Siagian, D.P. (2016). Analisa Penggunaan Foam Agent Sebagai Bahan dasar pembuatan Bata Ringan.

SK SNI 03-2847-2002. (2002). Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung.

SNI 03-1974-1990. (1990). Metode pengujian kuat tekan beton.

SNI 03-4431-1997. (1997). Metode Pengujian Kuat Lentur Normal Dengan Dua Titik Pembebanan.

SNI 15-2049-2004. (2004). Semen portland.

SNI 8640-2018. (2018). Spesifikasi bata ringan untuk pasangan dinding.

Published
2025-12-04