STUDI EKSPERIMENTAL KUAT TEKAN BETON DENGAN BIJI SALAK SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT KASAR

  • Diana Apriliya Fadholy Putri Universitas Islam Lamongan
  • Rasio Hepiyanto Universitas Islam Lamongan
  • Rio Rahma Dhana Universitas Islam Lamongan
  • Dwi Kartikasari Universitas Islam Lamongan

Abstract

Seiring dengan peningkatan penggunaan beton, pertambangan untuk material penyusunnya pun semakin meningkat. Oleh karena itu, penggunaan material tambang harus diminimalisir salah satunya dengan cara mengganti dengan limbah. Sehingga pada penelitian ini akan dilakukan penggantian sebagian agregat kasar dengan limbah biji salak yang bertujuan untuk mendapatkan beton ramah lingkungan dengan kualitas yang baik. Kadar biji salak yang digunakan yaitu 0%, 2%, 4% dan 6%. Pembuatan beton dilakukan dengan berpedoman pada SNI 03 – 2834 – 2000. Hasil pengujian yang dilakukan dengan compression menunjukkan bahwa kuat tekan beton yang diestimasikan pada umur 28 hari untuk variasi 0%, 2%, 4% dan 6% secara berturut-turut yaitu 15,06 Mpa, 12,06 Mpa, 10,24 Mpa dan 9,46 Mpa. Mengindikasikan bahwa terjadi penurunan mutu beton pada setiap penambahan kadar campuran biji salak dimana mutu paling baik diperoleh pada kadar 2%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa biji salak dapat digunakan untuk penggantian agregat kasar namun dengan porsi yang sesuai.

References

Ahmad, I. A., Pertiwi, N., & Taufieq, N. (2017). Beton Ramah Lingkungan. CV. AGUS CORP.

Dhipohusodo, I. (1999). Struktur Beton Bertulang. PT SUN.

Fernanda, S. R., Lay, R. A. S., & Latif, W. (2018). PEMANFAATAN LIMBAH BIJI SALAK DAN TONGKOL JAGUNG SEBAGAI CAMPURAN BETON YANG MENGHASILKAN KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK MUTU TINGGI RAMAH LINGKUNGAN. Jurnal Proyek Teknik Sipil, 1.

Hamdi, F., Lapian, F. E., Tumpu, M., Irianto, Mabui, D., Raidyarto, A., Sila, A., Madiana, Rangan, P. R., & Hamkah. (2022). TEKNOLOGI BETON. CV. Tohar Media. https://toharmedia.co.id

Hepiyanto, R., & Arif, S. (2019). PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN ABU SERBUK GERGAJI KAYU PADA PASTA SEMEN TERHADAP UJI BAHAN SEMEN. Ruang Teknik Jurnal, 2.

Mathias Kondolf, G. (1994). Geomorphic and environmental effects of instream gravel mining. Landscape and Urban Planning, 28(2–3), 225–243. https://doi.org/10.1016/0169-2046(94)90010-8

Polopadang, J., Sumajouw, M. D. J., & Dapas, S. O. (2023). STUDI EKSPERIMENTAL KUAT TARIK LENTUR BETON MENGGUNAKAN SERBUK KAYU SEBAGAI SUBTITUSI PARSIAL AGREGAT HALUS. Jurnal Sipil Statik, 11(1), 11–16.

Riyono, M., Lestarini, W., & Juara, A. (2022). PENGARUH KUAT TEKAN BETON DENGAN LIMBAH BIJI SALAK KERING SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT KASAR. TERAS, 12(1).

Samsudin, & Hartantyo, S. D. (2017). STUDI PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI TERHADAP KUAT TEKAN BETON. Jurnal TeknikA, 9. https://arpumiko.Wordpress.com

Tjokrodimuljo, K. (2007). Teknologi Beton. Biro Penerbit Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UGM.

Watari, T., Cao, Z., Serrenho, A. C., & Cullen, J. (2023). Growing role of concrete in sand and climate crises. iScience, 26(5), 106782. https://doi.org/10.1016/j.isci.2023.106782

Published
2025-12-04