Devolusi Kebijakan: Tinjauan Pusat-Daerah Menjaga Ketahanan Energi Pangan Indonesia Kala Pandemi Covid-19
Abstract
Kebijakan ketahanan energi pangan Indonesia dilatarbelakangi oleh peningkatan kebutuhan pangan akibat pertumbuhan penduduk dan perubahan iklim. Program food estate diluncurkan sebagai solusi strategis, terutama di Kalimantan Tengah, namun keberhasilannya memerlukan sinergi pusat-daerah melalui devolusi kebijakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi literatur untuk menganalisis bentuk dan dampak devolusi terhadap pengelolaan energi pangan. Hasil studi menunjukkan bahwa devolusi kebijakan mendukung efektivitas pengelolaan lahan gambut dan meningkatkan partisipasi masyarakat, meskipun tantangan ekologis dan sosial tetap ada. Peralihan dari pendekatan sentralistik ke partisipatif memperkuat ketahanan pangan nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
References
Arah Kebijakan Energi dari Dewan Energi Nasional, 2014
Dunn N. Wiliam, 1999, Penganntar Analisi Kebijakan Publik, edisi terjemah [Gadjah Mada University Press, Jogjakarta].
Dwidjowijoto, (2009). ‘Public Policy’ Teori Kebijakan Analisis Kebijakan Proses Kebijakan Perumusan, Implementasi, Evaluasi, Revisi, Risk Manajemen dalam Kebijakan Publik
Kebijakan Sebagai The Fifth Estate Metode Penelian Kebijakan, PT. Alexmedia Komputindo, Jakarta: Gramedia.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2020, http://pen.menlhk.go.id
Parsons, Wayne. (2014). Public Policy: Pengantar Teori dan Praktik Analisis Kebijakan. Kencana Prenadamedia Group: Jakarta
Purwaningsih, Y. (2008). Ketahanan pangan situasi, permasalahan, kebijakan, dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan, 1-27
Tobing, S. (2020). Narasi Berulang Proyek Lumbung Pangan. Katadata.co.id.
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan
Copyright (c) 2025 Muhammad Faqih Annsori, Hermawan Wahyu Syafrizal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish in this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
JIAN is licensed under a under a Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License







