Formulasi Bioplastik Berbasis Pati Limbah Kentang dan Kitosan untuk Aplikasi Kemasan Pangan
Abstract
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menentukan formulasi yang dapat memberikan keseimbangan terbaik antara kekuatan mekanik, ketahanan terhadap air, dan laju degradasi. Penelitian ini dirancang menggunakan metode eksperimental dengan formulasi pati limbah kentang sebagai bahan utama (1.5%, 2.5% dan 3.5% b/v), penambahan kitosan, gliserol sebagai plasticizer, serta asam sitrat sebagai agen crosslinking. Proses pembuatan bioplastik dilakukan dengan metode casting, dimana larutan pati dan kitosan dicampur bersama gliserol dan asam sitrat, kemudian dicetak dan dikeringkan pada suhu terkontrol hingga terbentuk lembaran film bioplastik. Karakterisasi material meliputi pengukuran ketebalan, laju transmisi uap air (WVTR), biodegradabilitas, kekuatan tarik, dan elongasi. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi pati berpengaruh pada kenaikan ketebalan film dan kekuatan tarik, namun cenderung menurunkan nilai elongasi. Laju transmisi uap air menurun seiring peningkatan kandungan pati, mengindikasikan peningkatan kemampuan sebagai penghalang uap air. Semua variasi bioplastik terurai dalam tanah lembap dalam waktu relatif singkat. Formulasi pati 3.5% menunjukkan karakteristik terbaik dalam hal kekuatan mekanik, dan sifat penghalang uap air, sehingga dinilai paling potensial untuk aplikasi kemasan pangan.
References
Apriyani, M., & Sedyadi, E. (2015). Sintesis dan karakterisasi plastik biodegradable dari pati onggok singkong dan ekstrak lidah buaya (Aloe vera) dengan plasticizer gliserol. Jurnal Sains Dasar, 4(2), 145-152.
Ariska, R. E., & Suyatno. (2015). Pengaruh konsentrasi karagenan terhadap sifat fisik dan mekanik edible film dari pati bonggol pisang dan karagenan dengan plasticizer gliserol. In Prosiding. Seminar Nasional Kimia Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya. Surabaya, 1(1), 3-4).
Badan Standardisasi Nasional. (2010). SNI ISO 5084:2010. Penentuan ketebalan tekstil dan produk tekstil.
Badan Standardisasi Nasional. (2014). SNI 7818-2014. Plastik Mudah Terurai.
Fauziah, A. (2017). Pengaruh Variasi Konsentrasi Amilum Zea mays (L) Sebagai Bahan Penghancur Secara Granulasi Basah Terhadap Sifat Fisik Tablet Parasetamol. Jurnal Ilmiah Farmasi Akademi Farmasi Jember, 2(1), 1-6.
Japanese Industrial Standard. (1975). Standar Mutu Edible Films.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2024). Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). Diakses 17 Agustus 2025, dari https://sipsn.kemenlh.go.id/sipsn/
Malis, E., Rosyid Ridho, R., & Fuad Ardiyansyah, A. (2023). Pembuatan Dan Karakterisasi Membran Komposit Kitosan/Montmorilonit-Glutaraldehid/Kitosan (Cs/Mmg-Ga) Aplikasinya Dalam Fuel Cell. Jurnal Crystal: Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya, 4(2), 37-74.
Melani, A., Herawati, N., & Kurniawan, A. F. (2022). Bioplastik pati umbi talas melalui proses melt intercalation. Jurnal Distilasi, 2(2), 53-67.
Nadir, M., Irwan, M., Kurniawan, A., & Sari, W. E. (2024). PEMBUATAN EDIBLE FILM DARI KULIT KENTANG DENGAN GLISEROL SEBAGAI PLASTICIZER. In Seminar Nasional Hasil Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (SNP2M) (Vol. 8, pp. 12-18).
Ningsih, S. H. (2015). Pengaruh plasticizer gliserol terhadap karakteristik edible film campuran whey dan agar (Doctoral dissertation).
Ramadhani, A. A., & Firdhausi, N. F. (2021). Potensi limbah sisik ikan sebagai kitosan dalam pembuatan bioplastik. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains Dan Teknologi, 6(2), 444108.
Ramdhani, R., Amalia, V., & Junitasari, A. (2022). Pengaruh konsentrasi sorbitol terhadap karakteristik edible film pati kentang (Solanum tuberosum L.) dan pengaplikasiannya pada dodol nanas. In Gunung Djati Conference Series (Vol. 15, pp. 103-111).
Rozikhin, Zalfiatri Y., & Hamzah, F. H. (2020). Pembuatan plastik biodegradable dari pati biji durian dan pati biji nangka. Chempublish Journal, 5(2), 151-165.
Safitri, E. L. D., Warkoyo, W., & Anggriani, R. (2020). Kajian Karakteristik Fisik dan Mekanik Edible Film Berbasis Pati Umbi Suweg (Amorphophallus paeoniifolius) dengan Variasi Konsentrasi Lilin Lebah. Food Technology and Halal Science Journal, 3(1), 57-70.
Setijawati, D., Ersyah, D., & Yahya, M. (2021). Pengaruh derajad deasetilasi chitosan dengan perlakuan alkali berbeda terhadap kualitas edible film. JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research), 5(2), 276-284.
Sjamsiah, S., Saokani, J., & Lismawati, L. (2017). Karakteristik Edible Film dari Pati Kentang (Solanum Tuberosum L.) dengan Penambahan Gliserol. Al-Kimia, 5(2), 181-192.
Syahbanu, F., Napitupulu, F. I., Septiana, S., & Aliyah, N. F. (2023). Struktur pati beras (Oryza sativa L.) dan mekanisme perubahannya pada fenomena gelatinisasi dan retrogradasi. Agrointek: Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 17(4), 755-767.
Copyright (c) 2025 Jurnal Kimia dan Ilmu Lingkungan: Chemviro

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Jurnal Kimia dan Ilmu Lingkungan : Chemviro.




