Analisis Kelayakan Pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Tuban Ditinjau Dari Segi Kepadatan Arus Lalu Lintas Dan Kecepatan Laju Kendaraan Khususnya Di Segmen Satu

  • Antonius Andi Tjandra Program Studi Teknik Sipil Universitas Bojonegoro
Keywords: arus lalu lintas, hambatan, kapasitas

Abstract

Kepadatan volume lalu lintas yang terjadi khususnya di jalan dalam kota adalah dampak langsung dari kemajuan perekonomian dibidang industri yang menjadi bomerang karena menimbulkan ketidak nyamanan bagi penduduk setempat disekitar sepanjang jalan dalam Kota Tuban dan pengguna jalan yang melintas jalan dalam kota. Dengan rencana pembangunan Jalan Lingkar Selatan Tuban dengan total panjang 19 km yang terbagi menjadi tiga segmen, sehingga jalan tersebut digadang-gadang dapat mengurai dan mengurangi tingkat kepadatan yang berdampak arus lalu lintas di jalan raya dalam Kota Tuban. Untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas diperlukan suatu sistem pengaturan lalu lintas yang benar-benar baik sehingga mampu memberikan kelancaran, kenyamanan, dan keselamatan bagi 2 pengguan jalan yang melintasi di jalan raya dalam kota dan penduduk setempat di sekitar jalan raya dalam kota Kabupaten Tuban. Sebagai studi kasus, penelitian ini mengambil lokasi di Jalan Lingkar Selatan Tuban. Dari penelitian yang telah dilaksanakan dengan menggunakan kajian-kajian yang ada dan analisis pembahasan dilaksanakan dapat disimpulkan, bahwa Jalan Lingkar Selatan khususnya di Segmen Satu Layak Digunakan, Pada perhitungan TMS dilihat besarnya time mean speed di lokasi studi adalah 42,598 km/jam, space mean speed dapat dihitung pada besarnya space mean speed di lokasi studi adalah 41,62 km/jam, dengan data volume jam-an maksimum dan arus ekuivalen jam-an maksimum PHF dapat dilihat kapasitas yang terpakai sebesar 32% dari kapasitas maksimumnya, volume lalu lintas paling tinggi selama satu jam terjadi mulai pukul 16.00 – 16.15 WIB sampai pukul 17.00 - 17.15 WIB. kapasitas praktis yang dapat disimpulkan sebesar 1432 kend/jam atau sama dengan 942,1 smp/jam. kapasitas sisa yang didapat masih dapat digunakan pengguna jalan 68% dari kapaitas jalan tersebut, kapasitas teoritis mengacu pada hasil beberapa faktor seperti Co (Kapasitas Dasar), FCw (Factor Penyesuaian Lebar Lajur), FCsp (Faktor Penyesuaian Pemisah Arah), FCsf (Faktor Penyesuaian Hambatan Samping), dan FCcs (Faktor Penyesuaian Ukuran Kota) maka hasil kapasitas teoritis adalah 2453,4 smp/jam. komposisi lalu lintas pada jalan tersebut secara total adalah 2474,45 smp/jam.

References

Anonim, 1997, Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI), Direktorat Jendral Bina Marga, Departemen Pekerjaan Umum RI, Jakarta.

Bukhari R.A, et al, 2002, Rekayasa Lalu Lintas I, Bidang Studi Teknik Transportasi Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, Darusalam Banda Aceh.

Bukhari R.A, 2004, Rekayasa Lalu Lintas II, Bidang Studi Teknik Transportasi Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, Darusalam Banda Aceh.

Clarkson H, Oglesby. 1999. Alih Bahasa, Teknik Jalan Raya Jilid I. Gramedia. Jakarta.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia, 2006, PP No. 34 Tahun 2006 Tentang Jalan, Jakarta.

Nasution, 1996, Manajemen Transportasi, Ghalia Indonesia, Jakarta.
Published
2021-09-28
How to Cite
Andi Tjandra, A. (2021). Analisis Kelayakan Pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Tuban Ditinjau Dari Segi Kepadatan Arus Lalu Lintas Dan Kecepatan Laju Kendaraan Khususnya Di Segmen Satu. De’ Teksi- Jurnal Teknik Sipil Unigoro, 6(1), 37-52. Retrieved from http://ojs.ejournalunigoro.com/index.php/DeTeksi/article/view/268