Pengaruh Kadar Lumpur Di 3 Wilayah Penambang Pasir Bengawan Solo Terhadap Kuat Tekan Beton Normal Menggunakan Metode Sni 03-2834-2000

Studi Kasus Kecamatan Kalitidu, Tulung Dan Ledok Kulon

  • soegiyarto Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bojonegoro
Keywords: kuat tekan beton, kadar lumpur, pasir wilayah

Abstract

Beton merupakan bahan bangunan yang sudah lama di kenal lama dan sangat banyak di gunakan. Beton terdiri dari bahan campuran material semen, pasir, air, kerikil. Salah satu bahan pencampuran beton yaitu agregat halus (pasir) yang dimana di daerah Bojonegoro banyak orang yang kurang memperhatikan kualitas agregat halus (pasir) terutama kandungan kadar lumpur pasir. Kandungan kadar lumpur pada pasir sangat mempengaruhi kuat tekan beton yang dimana semakin banyak kandungan lumpur pada pasir maka kuat tekan beton semakin rendah begitu juga sebaliknya semakin sedikit kandungan lumpur pada pasir maka kuat tekan beton semakin tinggi.  Bahan-bahan penyusun beton sebaiknya memenuhi syarat. Kandungan kadar lumpur yang melekat pada agregat dibatasi atau tidak boleh melebihi syarat. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui berapakah kadar lumpur agregat halus di 3 wilayah bengawan solo (kalitidu, tulung dan ledok kulon) yang sesuai dengan persyaratan sehingga mendapatkan mutu beton yang kuat tekanan. Metode pencampuran beton mengacu pada SNI-03-2834-2000 tentang “Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal”. Pada penelitian ini Benda uji yang di gunakan dalam pengujian kuat tekan adalah Mould  silinder ukuran 15 x 30 cm. persen kadar lumpur yang diperoleh dimana Untuk pasir Ledok belum dicuci sebesar 13%, pasir ledok sudah dicuci 3%, pasir Tulung 5%, pasir Kalitidu belum dicuci 17% dan Pasir Kalitidu sudah dicuci 0%. Pengujian dilakukan pada saat beton berumur 28 hari. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa semakin rendah kadar lumpur dan semakin kasar variasi butiran pasir maka semakin tinggi nilai kuat tekan beton. kuat tekan beton pada pasir Ledok belum dicuci mendapatkan nilai kuat tekan 10,95 MPa, untuk pasir Ledok sudah dicuci mendapatkan nilai kuat tekan 11,23 MPa, untuk pasir Tulung mendapatkan nilai kuat tekan 10,24 MPa, untuk pasir Kalitidu belum dicuci mendapatkan nilai kuat tekan 10,66 dan untuk pasir Kalitidu sudah dicuci mendapatkan nilai kuat tekan 15,90 MPa. Namun kekuatan beton tersebut tidak memenuhi kekuatan rencana, Karena memiliki nilai kuat di bawah 21 MPa.

References

Binsar JF,Okky Hendra Hermawan, “TA-Pengaruh Kadar Lumpur Pada Agregat Halus Dalam Pembuatan Mix Design”, UNDIP 2006
Drs. Muhtarom riyadi, SST.Amalia, SPd.,SST, „‟Teknologi Bahan 1‟‟,Politeknik negeri Jakarta2005
Haris Septianto, “Pengaruh Kandungan Lumpur Pada Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton Normal”
Ir. Tri Mulyono, MT 2004 “Teknologi Beton”. Yogyakarta : Andi
Nugraha Paul, Antoni.2004 “Teknologi Beton”. Yogyakarta : Andi
Purwanto,Yulita Arni Priastiwi, “ Pengaruh Kadar Lumpur Pada Agregat Halus Dalam Mutu Beton”, UNDIP 2012
SNI 1969:2008. Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat kasar. Badan Standarisasi Nasional (BSN)
SNI 1970:2008. Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat halus. Badan Standarisasi Nasional (BSN)
SNI 03-2834-2000. Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal. Penerbit Badan Standarisasi Nasional
SNI 03-1968-1990 . Metode pengujian analisis saringan Agregat halus dan kasar, Penerbit Badan Standarisasi Nasional
SNI 1974:2011.cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder .Badan Standarisasi nasional (BSN)
Tjokrodimuljo,K.1996. Teknologi Beton.Yogyakarta.Nafiri
Published
2020-07-30
How to Cite
soegiyarto. (2020). Pengaruh Kadar Lumpur Di 3 Wilayah Penambang Pasir Bengawan Solo Terhadap Kuat Tekan Beton Normal Menggunakan Metode Sni 03-2834-2000: Studi Kasus Kecamatan Kalitidu, Tulung Dan Ledok Kulon. De’ Teksi- Jurnal Teknik Sipil Unigoro, 5(2), 8-18. Retrieved from http://ojs.ejournalunigoro.com/index.php/DeTeksi/article/view/260