ANALISIS DAMPAK BERFUNGSINYA JEMBATAN SOSRODILOGO TERHADAP LALU LINTAS DI PERSIMPANGAN DESA KLANGON

  • Herta Novianto, ST, M.Si Program Studi Teknik Sipil Universitas Bojonegoro
Keywords: Andalalin, kinerja lalu lintas, PKJI

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan bertujuan untuk mendukung distribusi lalu lintas barang maupun manusia dan membentuk struktur ruang wilayah (Renstra Kementerian PU 2010-2014,2010), sehingga pembangunan infrastruktur memiliki 2 (dua) sisi yaitu : tujuan pembangunan dan dampak pembangunan. Setiap kegiatan pembangunan yang dilaksanakan pasti menimbulkan dampak terhadap lingkungan baik dampak positif maupun dampak negatif, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana melaksanakan pembangunan untuk mendapatkan hasil dan manfaat yang maksimum dengan dampak negatif terhadap lingkungan yang minimum. Penelitian ini menggunakan metode observasi merupakan teknik pegumpulan data yang dilakuan dengan cara terjun langsung ke lapangan. Teknik ini dinilai efisien bila peneliti tahu dengan pasti varibel yang akan diukur dan tahu apa yg diharapkan. Dalam penelitian,
menghasilkan data survey dampak berfungsinya jembatan sosrodilogo memiliki hambatan samping sangat rendah. Dari hasil penelitian dan perhitungan yang telah dilakukan dengan kondisi setelah terjadi perubahan terhadap simpang bersinyal jembatan sosrodilogo didapat kecepatan tempuh 0,45 km/jam dan kecepatan arus bebas 32,825 km/jam. Dan kondisi aktifitas lalu lintas jalan Rajekwesi termasuk tingkat pelayanan golongan A dengan prosentase dari kecepatan bebas lebih besar dari 90 km/jam yang termasuk lalu lintas bebas. Volume lalu lintas merupakan jumlah kendaraan yang melewati suatu titik tertentu dari satu segmen/ruas jalan selama waktu tertentu. Jenis volume yang digunakan adalah volume jam puncak. Volume jam puncak merupakan banyaknya kendaraan yang melewati suatu titik tertentu dari suatu ruas jalan selama satu jam pada saat terjadi arus lalu lintas yang terbesar dalam satu hari. Menurut PKJI 2014, semua nilai arus lalu lintas diubah menjadi satuan kendaraan ringan (skr) dengan menggunakan ekivalensi kendaraan ringan (ekr).

References

Abubakar, 1999. “Rekayasa Lalu Lintas”, Cetakan Pertama, Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas Angkutan Kota, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Jakarta.

Ahmad Munawar, 2009,analisis dampak lalu lintas pembangunan pusat perbelanjaan (study kasus: plaza Ambarukmo).

Feby Ayu Lestari, 2014, analisis dampak lalu lintas akibat adanya pusat perbelanjaan di kawasan pasar pagi Pangkal Pinang terhadap kinerja ruas jalan.

Josef Sumajouw, 2013, Analisis Dampak Lalu Lintas (andalalin) kawasan kampus Universitas Sam Ratulangi. Teknik Sipil. Universitas Sam Ratulangi.

Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang “Izin Lingkungan Hidup” yang merupakan pengganti PP No 27 Tahun 1999 tentang AMDAL.

Said Jalalul Akbar, Zulfhazli, Andi Syahputra Sinulingga, 2017, Perencanaan Ulang Sistem Manajemen Lalu Lintas. Teknik Sipil. Universitas Malikussaleh.

Tonaas Rantung, 2015, analisis dampak lalu lintas (ANDALALIN) kawasan lippo plaza kairagi Manado.
Published
2020-01-31