PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH SERBUK KACA SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON

  • Mushtofa, ST.MT Program Studi Teknik Sipil Universitas Bojonegoro
  • Much. Juli Purnomo Program Studi Teknik Sipil Universitas Bojonegoro
Keywords: serbuk kaca, regresi linier, kuat tekan

Abstract

Teknologi beton telah berkembang sejak ditemukannya beton prategang pada beberapa dekade lalu yang diikuti oleh berbagai penelitian untuk meningkatkan kinerja bahan bangunan. Penelitian tersebut dilakukan dengan memperhatikan pemilihan material pembentuk beton sampai pada substitusi material lainnya, dengan memperhatikan adanya limbah kaca baik yang berasal dari industri ataupun pembongkaran bangunan dan dari rumah tangga dalam jumlah besar,
berkemungkinan dimanfaatkan sekaligus sebagai alternatif solusi permasalahan lingkungan yang dapat diakibatkan oleh limbah kaca. Serbuk kaca diharapkan berfungsi sebagai filler karena memiliki potensi sebagai material pozzolan. Perencanaan campuran beton menggunakan Metode SNI 7656-2012 yang dimodifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberi solusi bagi permasalahan lingkungan yang diakibatkan oleh limbah kaca. Dan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penambahan limbah serbuk kaca terhadap kuat tekan tekan beton. Prosentase campuaran serbuk kaca yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 0%, 5%, 7,5%, 10% dan 12,5% dari berat semen (agregat halus) menggunakan analisa regresi linear dengan SPSS. Diperoleh hasil analisa berpengaruh karena hasil signikansi output spss (tabel coefficients) sebesar 0,021 < 0,05 & nilai T hitung 2,630 > T tabel yg menunjukan nilai sebesar 2,16037. Artinya ada pengaruh dari variasi penambahan ini sehingga variasi ini tidak bisa digunakan dalam jumlah banyak, dan variasi penambahan maksimal sebesar 5%. Benda uji yang digunakan adalah berbentuk silinder, mutu beton yang direncanakan 25 MPa yang di uji pada umur 28 hari dengan terlebih dahulu dilakukan perawatan sebelum pengujian. Penelitian ini menguji beton dengan benda uji silinder untuk uji kuat tekan (diameter 15cm x 30cm). Sebanyak 30 sampel dari terdiri dari 5 variasi sebanyak 6 sampel. Dari penelitian ini diperoleh hasil kuat tekan beton yang tertinggi terdapat pada prosentase 5% yaitu sebesar 13,4915 MPa. Dan terendah terdapat pada prosentase 12,5% yaitu sebesar 12,175 MPa. Penambahan serbuk kaca berpengaruh terhadap kuat tekan beton. Berat jenis untuk semua variasi penggunaan serbuk kaca termasuk beton normal. Beton dengan nilai kuat tekan tertinggi dicapai pada komposisi serbuk kaca 5%  edangkan nilai kuat tekan terendah di dapat pada komposisi kaca 12,5%.

References

Handy Yohanes Karwur R. Tenda, S. E. Wallah, R. S. Windah, (Jurnal Sipil Statik Vol.1 No.4, Maret 2013 (276-281) ISSN: 2337-6732). Kuat Tekan Beton Dengan Bahan Tambah Serbuk Kaca Sebagai Substitusi Parsial Semen.

Puja, A dan Rachmat, P.2010, “Pengendalian Mutu Beton sesuai SNI, ACI dan ASTM”, ITS Press Surabaya.

Murdock L.J, Brook K.M,1986,“Bahan dan Praktek Beton”, Erlangga,.

Mulyono, Tri, 2003, Teknologi beton penerbit C.VAndi offset, Yogyakarta.

Badan Standar Nasional. 2012. Tata cara pemilihan campuran untuk beton normal, beton berat dan beton massa. SNI 7656-2012. Jakarta: Badan Standar Nasional.

Tjokrodimuljo, Kardiyono. 1996. Teknologi Beton. Yogyakarta. Biro Penerbit Keluarga

Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada.

ACI SP-19. Cement and Concrete Terminology.

American Sociaty fot Testing and Material, Annual Book of ASTM Standards 1995: Concrets and Aggregates, Philadelpha: ASTM 1995.

Badan Standar Nasional. 1990. Metode Pengujian Kadar Air Agregat. SNI 03-1971-1990. Jakarta: Badan Standar Nasional.

Badan Standar Nasional. 1997. Metode Pengujian Agregat Halus atau Pasir yang Mengandung Bahan Plastis dengan Cara Setara Pasir. SNI 03-4428-1997. Jakarta: Badan Standar Nasional.

Badan Standar Nasional.2008. Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus. SNI 1970-2008. Jakarta: Badan Standar Nasional.

Badan Standar Nasional. 2008. Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar. SNI 1969-2008. Jakarta: Badan Standar Nasional.

Badan Standar Nasional. 1990. Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus Dan Kasar. SNI 03-1968-1990. Jakarta: Badan Standar Nasional.

Badan Standar Nasional. 1991. Spesifikasi Bahan Tambahan Untuk Beton. SNI 03-2495-1991. Jakarta: Badan Standar Nasional.

Badan Standar Nasional. 1990. Metode Pengujian Kuat Tekan Beton. SNI 03-1974-1990. Jakarta: Badan Standar Nasional.

Tjokrodimuljo, Kardiyono. 1996. Teknologi Beton. Yogyakarta. Biro Penerbit Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada.

Departemen Pekerjaan Umum. Badan Penelitian dan Pengembangan PU. (1989), Pedoman Beton 1989. SKBI. 1.4.53.1989. Draft Konsensus. Jakarta: DPU.

Tjokrodimuljo, 2007. Teknologi Beton. Biro penerbit: Yogyakarta.

Handy Yohanes Karwur, R. Tenda, S. E. Wallah, dan R. S. Windah, (Jurnal Sipil Statik Vol.1 No.4, Maret 2013 (276-281) ISSN: 2337-6732). KUAT TEKAN BETON DENGAN BAHAN TAMBAH SERBUK KACA SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN

Nursyamsi, Ivan Indrawan, dan Ika Puji Hastuty. (Media Teknik Sipil, ISSN 1693-3095). PEMANFAATAN SERBUK KACA SEBAGAI BAHAN TAMBAH DALAM PEMBUATAN BATAKO.
Published
2020-01-31