PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN ACCELERATOR ADMIXTURE TERHADAP KUAT TEKAN BETON

  • Ir. H. Zainudin, MT Program Studi Teknik Sipil Universitas Bojonegoro
  • Muhamad Nurkholis Program Studi Teknik Sipil Universitas Bojonegoro
Keywords: Accelerator Admiture, Kuat tekan beton, Pengaruh varias

Abstract

Semakin berkembangnya pembangunan nasional yang terus menerus mengalami peningkatan dan tidak lepas dari tuntutan dari kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas infrastruktur yang semakin maju dan serba cepat. Untuk mempercepat pengeringan beton bisa menggunakan bahan tambah jenis Accelerating Admixture yang berfungsi untuk mempercepat pengikatan dan peningkatkan mutu dan kekuatan awal beton, mempercepat pengerasan,
menambah kuat tekan, penghematan, atau untuk tujuan lain seperti penghematan energi, biaya, dan waktu, misalnya pada pekerjaan jalan rigid yang semula boleh dilalui kendaraan pada umur 28 hari. Penulis menggunaan bahan tambah jenis Accelerating Admixture bermerk AMCA B+ yang diharapkan dapat mempercepat pekerjaan dan pengeringan jalan tersebut. Dari hasil kuat tekan beton dengan variasi penambahan Accelerator Admixture pada umur 7 hari menghasilkan nilai kuat tekan rata-rata yaitu variasi 0% = 14,34 Mpa, 1% = 15,54 Mpa, 2% = 16,84 Mpa, dan 2,5% = 11,56 Mpa. Sedangkan, pada umur 28 hari menghasilkan nilai kuat tekan beton rata-rata yaitu variasi 0% = 22,30 Mpa, 1% = 23,96 Mpa, 2% = 26,09 Mpa, dan 2,5% = 18,22 Mpa. Dari hasil tersebut nilai kuat tekan beton tertinggi terdapat pada variasi penambahan Accelerator Admiture 2% pada umur 7 hari dengan nilai rata-rata sebesar 16,84 Mpa dan pada
umur 28 hari dengan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 26,09 Mpa

References

ACI SP-19. Cement and Concrete Terminology.

ASTM C.125-1995:61. Standard Definition of Terminology Relating to Concrete and Concrete Agregates. ASTM International.

ASTM C.494. Standard Specification for Chemical Admixtures for Concrete. ASTM International.

Badan Standarisasi Nasional, 2012. SNI 7656:2012 : Tata cara pemilihan campuran untuk beton normal, beton berat dan beton massa. Jakarta: BSN Departemen Pekerjaan Umum, Badan Penelitian dan Pengembangan PU, Standar Nasional Indonesia, 1990. SNI 03-1971-1990 Metode Pengujian Kadar Air Agregat, Balitbang PU: Bandung

Badan Standardisasi Nasional. 1997. SNI 03-4428-1997: Metode Pengujian Agregat Halus atau Setara Pasir yang Mengandung Bahan Plastis dengan Cara Setara Pasir. Jakarta.

Badan Standar Nasional.2008. Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus. SNI 1970-2008. Jakarta: Badan Standar Nasional.

Badan Standar Nasional. 2008. Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar. SNI 1969-2008. Jakarta: Badan Standar Nasional.

Badan Standar Nasional. 1990. Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus Dan Kasar. SNI 03-1968-1990. Jakarta: Badan Standar Nasional.

Badan Standar Nasional. 1991. Spesifikasi Bahan Tambahan Untuk Beton. SNI 03-2495-1991. Jakarta: Badan Standar Nasional.

Badan Standar Nasional. 2011. Cara Uji Kuat Tekan Beton Dengan Benda Uji Silinder. SNI 1974-2011. Jakarta: Badan Standar Nasional.

Sutikno, 2003, Panduan Praktek Beton, Universitas Negeri Surabaya

Mulyono, Tri. 2003. Teknologi Beton. Yogyakarta : C.V Andi Offset

Departemen Pekerjaan Umum, 1989, SK SNI S-04-1989-F: Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Bahan Bangunan Bukan Logam), Bandung: Yayasan LPMB
Tjokrodimuljo, Kardiyono. 1996. Teknologi Beton. Yogyakarta. Biro Penerbit Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada.

Departemen Pekerjaan Umum. Badan Penelitian dan Pengembangan PU. (1989), Pedoman Beton 1989. SKBI. 1.4.53.1989. Draft Konsensus. Jakarta: DPU.

Tjokrodimuljo, 2007. Teknologi Beton. Biro penerbit: Yogyakarta

Anonim, 1971, N.I-2 Peraturan Beton Indonesia

Murdock, L. J., Brook, K. M., 1986. Bahan dan Praktek Beton, Terjemahan Ir. Stephanus Hindarko, Erlangga, Jakarta.

Hasan, Iqbal. 2002. Pokok – Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Amsyah, Zulkifli, 2000, Manajemen Sistem Informasi 2, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Taufik Hidayat, Yayat Hendrayana, ST.,MT., Abdul Kholiq, ST.,MT. Pengaruh Penambahan Zat Admixture Accelerator Beton Mix Terhadap Sifat-Sifat Mekanis Mortar Busa Seti Aprilianti, Nadia. Analisis Pengaruh Beton Dengan Bahan Admixture Naphtalene Dan Polycarboxilate Terhadap Kuat Tekan Beton Normal

https://kbbi.web.id/analisis
Published
2020-01-31