PERBANDINGAN KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON NORMAL DAN BETON SERAT DENGAN PENAMBAHAN SERAT BAMBU

  • Yulis Widhiastuti, ST.MT Program Studi Teknik Sipil Universitas Bojonegoro
  • Hindrawan Dwi Rianto Program Studi Teknik Sipil Universitas Bojonegoro
Keywords: Beton serat bambu, kuat tekan dan kuat lentur

Abstract

Beton merupakan bahan kontruksi yang sering di gunakan di indonesia, namun bahan penyusun yang digunakan semakin terbatas. Dengan adanya perkembangan teknologi material kususnya teknologi beton. Utuk dapat memperbaiki sifat-sifat beton muncul ide salah satunya dengan menambahkan serat bambu yang diharapkan dapat memperbaiki sifat beton. Sebab bambumemiliki kenggulan yaitu dapat meningkatkan kuat lentur beton. Pada penelitian ini, objek yang diamati yakni, silinder dan dan balok. Kedua jenis benda uji ini masing-masing diberi presentase variasi serat sebesar 0,75%,1,20%,dan 1,95%. Masing-masing silinder dan balok menggunakan 3 benda uji untu silinder dan 2 benda uji untuk balok. Untuk menguji benda uji di lakukan setelah benda uji berumur 28 hari. Hasil kuat tekan silinder mengalami penurunan nilai kuat tekan dari beton normal yakni dari presentasi 0,78%,1,20% dan 1,95% muncul kuat tekan sebesar 10,73Mpa,11,84Mpa dan 11,10Mpa.sedangkan hasil kuat lentur balok mengalami kenaikan dari nilai kuat lentur normal yakni dari presentasi variasi 0,78%, 1,20% dan 1,95% muncul kuat lentur sebesar 17,41Mpa, 15,69 Mpa dan18,59Mpa dari kuat lentur normal sebesar 19,73 Mpa. Dan dari hasil pengujian kuat tekan dan kuat lentur dapat di simpul kan bahan penambahan serat bambu tidak dapan meningkatkan kuat tekan beton akan tetapi beton dengan penambahan serat bambu dapat meningkatkan hasil kuat lentur pada beton dari beton normal sebesar 0% serat bambu.

References

Badan Standardisasi Nasional, 2000, Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal, SNI 03-2834-2000, Jakarta.Departemen Pekerjaan Umum, (1997), Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota.

Diklat Teknis Klimatologi dan Kualitas Udara. Badan Meteorologi dan Geofisika, Jakarta.

Hardiyanto, H. C, 2003,”Mekanika Tanah II,” Edisi Ketiga, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Hardiyanto, H. C, 2007,” Mekanika Tanah III”, Edisi Keempat, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Indrawan Sani. 2006, Analisis Ketersediaan Air Tanah dan Kekeringan dalam Soewarno. 1995, Hidrolika Statistik Nova Bandung.
Schwb,et,al,1981 dalam arsyad 2006, Koefisien Aliran Permukaan (C) Untuk Daerah Urban, Pusat Studi Lingkungan Universitas Airlangga.

Soemarwoto, Otto, 1991, Analisis Hidrologi, UGM Press, Yogyakarta.

Sri Harto, Br. 1981, analiasa Hidrologi terapan jurusan teknik sipil,UGM.

Suyono. S. 1987, Hidrologi untuk Pengairan, Pradnya Paramita, Jakarta.

Terzaghi, K,& peck,R. B, 1993, “Mekanika Tanah dalam Praktik Rekayasa Penerbit Erlangga, Jakarta.
Published
2019-07-01