PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SABUT KELAPA PADA BETON NORMAL DENGAN UJI KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR

  • Ir. H. Zainuddin, MT Program Studi Teknik Sipil Universitas Bojonegoro
  • Agustiya Eko Wahyudi Program Studi Teknik Sipil Universitas Bojonegoro
Keywords: Beton serat sabut kelapa, kuat tekan dan kuat lentur

Abstract

Beton merupakan bahan bangunan yang sudah lama di kenal lama dan sangat banyak di gunakan. Beton terdiri dari bahan campuran material semen, pasir, air, kerikil dan bahan tambah. Penggunaan bahan tambah berupa serat sabut kelapa di harapkan bisa memperbaiki sifat mekanik beton khususnya beton normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi penambahan serat sabut kelapa yang meningkatkan nilai kuat tekan dan kuat lentur beton. Metode pencampuran beton mengacu pada SNI-7656-2012 tentang “Tata cara pemilihan campuran untuk beton normal, Beton Berat dan Beton massa”. Pada penelitian ini Benda uji yang di gunakan dalam pengujian kuat tekan adalah mould silinder ukuran 15 x 30 cm dan Benda uji yang di gunakan untuk pengujian kuat lentur adalah Balok ukuran 15 x 60 cm. Variasi penambahan serat sabut kelapa adalah 0%, 0,25%, 0,50% dan 1% terhadap berat beton normal. Dari hasil data pengujian kuat tekan beton dapat di ketahui bahwa penambahan serat sabut kelapa dapat meningkatkan kuat tekan beton. Presentase penambahan serat sabut kelapa yang optimal adalah 1% Sebesar 12,67 MPa. Dan Dari hasil data pengujian kuat lentur beton di atas dapat di ketahui bahwa penambahan serat sabut kelapa tidak dapat meningkatkan kuat lentur beton. Presentase penambahan serat sabut kelapa yang optimal adalah 0% yaitu sebesar 19,73 MPa. Variasi 0,25% 17,42 MPa, Variasi 0,50% Memiliki nilai kuat lentur sebesar 15,69 MPa, Sedangkan variasi penambahan serat sabut kelapa 1% memiliki nilai kuat lentur sebesar 15,08
MPa. Namun kekuatan beton tersebut tidak memenuhi kekuatan rencana, Karena memiliki nilai kuat lentur di bawah 20 MPa (Umur benda uji 28 hari) Hal ini Di sebabkan kurang cermatnya peneliti pada proses pengadukan material, dan kurangnya pemeliharaan terhadap material penyusun beton sehingga mempengaruhi nilai kuat tekan beton yang di rencanakan.

References

Badan Standardisasi Nasional, 2000, Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal, SNI 03-2834-2000, Jakarta.

Badan Standardisasi Nasional, 2000, Semen Portland. SNI 15-2049-2000, Jakarta.

Badan Standardisasi Nasional, 2004, Semen Portland Pozolan. SNI 15-2049-2004, Jakarta.

Badan Standardisasi Nasional, 2011, Cara Uji Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji Silinder, SNI 1974-2011, Jakarta.

Murdock, L.J. dan Brook, K.M., 2003, Bahan dan Praktek Beton, Erlangga, Jakarta.

Tjokrodimulyo, K. 1996. Teknologi beton. Nafitri: Yogyakarta.

Prahara, E., Liong G. T. dan Rachmansyah, 2015, Analisa Pengaruh Penggunaan Serat Serabut Kelapa Dalam Presentase Tertentu Pada Beton Mutu Tinggi,
Jurnal Dinamika Teknik Sipil, Universitas Binus, Jakarta
Published
2019-07-01